Ayomakan.com muncul sebagai solusi inovatif dalam industri pesan makanan online dan minuman secara online. Sekarang ini kenyamanan dan efisiensi sangat berharga, Ayomakan.com hadir sebagai jembatan yang menghubungkan konsumen dengan beragam restoran berkualitas....
yang sejati adalah yang bersungguh-sungguh dan yang palsu adalah yang seakan-akan
kita bisa ambil "rumus dasar"-nya: kesejatian dan kepalsuan dalam atau secara waktu, serta kesejatian dan kepalsuan dalam atau secara ruangsalah satu indikator kesejatian secara waktu adalah keabadian. maka indikator kepalsuan tentu adalah kesementaraan. oleh karena itu yang tak pernah berubah pada kehidupan sehari-hari setiap manusia dan semua masyarakat , kapanpun dan dimanapun adalah kecenderungannya yang mencari, membuat dan menyelenggarakan sesuatu yang awet, yang langgengoleh karena itu pula standart kualifikasi karya kesenian, adalah ujian lintas waktu. lukisan, lagu, puisi, selalu berhadapan dengan pertanyaan, "apakah langgeng atau tidak, apakah ia hanya berumur beberapa bulan/tahun, melampaui usia penciptanya?". puncak segala penilaian tentang karya seni selalu bermuara pada pertanyaan, "apakah ia karya abadi atau bukan?".ketika orang mengenggam sesuatu yang jelas bersifat amat sementara. misalnya arloji, cincin emas atau perak, ia tetap saja berorientasi agar barang itu bisa tetap ada di genggamannya selama mungkin. kalau anda diberi jatah berumur 200 tahun, anda akan senang sekali, hidup seribu tahun lagi pun juga mau. pemimpin ingin menjadi pemimpin kalau bisa seumur hidup, para bintang film ingin tetap laku sampa usia tua. soal apa saja, oleh manusia senantiasa selalu diarahkan oleh manusia untuk itu sendiri untuk memiliki kecenderungan ke keabadian.sayang sekali, sudah jelas-jelas bahwa yang dicari oleh manusia adalah keabadian, tapi mereka selalu lebih berpihak kepada barangnya dibanding pada keabadiannya. bermilyar-milyar manusia memilih berjalan memanggul barang-barang yang tidak abadi dipundaknya, maunya mereka mengangkat itu semua ke jalanan keabadian. padahal jangankan barang-barang, kekayaan dan pangkat, sedangkan tubuhnya sendiri tak kuat untuk mengikuti perjalanan manusia menuju keabadiankesejatian dan kepalsuan dalam dan secara ruang, atau indikatornya tertemukan dalam ruang. barangkali bisa kita pilah melaluli lapis budaya, lapis psycho dan lapis ruh.benda-benda, barang-barang, materi, fisik yang merupakan lebih dari 75% penghuni kehidupan dan kesadaran manusia adalah contoh soal paling elementer dari kesementaraan. artinya ia sangat indikatif terhadap kepalsuansub lapis budaya yang lain adalah posisi dan format kultur dimana manusia meletakkan dan mengeksistensikan diri. misalnya jabatan, status sosial, kasta, pangkat, profesi dan lain-lain. ini juga sangat indikatif terhadap kesementaraan dan kepalsuan. artinya lapis dan sub lapis ini hanya "pakaian" yang berakhir amoh, hanya "sandiwara" yang pasti tiba pada ending. kalau manusia memusatkan dan menumpahkan diri pada lapis dan sub lapis ini maka ia harus siap amoh dan ended. dan ketika itu terjadi, maka ia akan menjadi tau bahwa itu adalah palsu dan sementaralapisan berikutnya adalah psike, indikasinya terhadapa kesementaraan dan kepalsuan juga tidak kecil. kalau seseorang punya kehendak membeli sesuatu di sebuah toko, sama sekali tidak bisa dijamin itu adalah kehendak orisinal dirinya. lebih mungkin mereka melakukan itu sebagai efek belaka dari kehendak besar yang mengurung, menjebak dan mengendalikan mereka. kehendak besar itu mungkin sebuah sistem, kehendak para industriawan, pemilik modal, kapital, iklan, pengaruh kebudayaan yang direkayasa. oleh karena itu, hakekatnya palsukalau seseorang ingin menjadi insiyur, dokter, penyair, kepala negara, ketua organisasi, besar kemungkinannya itu bukan kehendak orisinal dirinya sendiri, melainkan pembentukan proses budaya-budaya dari luar dirinya. mungkin memang ada semacam naluri atau bakat sebagai saham utama kehendak-kehendak itu, tapi pada zaman dan sistem dimana otoritas kepribadian manusia amat tunduk dibawah kemauan-kemauan sistem besar, sangat gampang di duga bahwa kapasitas kepalsuan dalam kehendak mereka juga tidak kecilorang bercita-cita, berangkat dari jalan protokol, menjadi ini itu, membeli ini itu berada dalam kedudukan sebagai "bangkai". artinya bukan bukan "diri"nya yang sesungguhnya menggerakannya"diri sejati" terletak pada lapisan yang jauh lebih dalam dan besar kemungkinan kebanyakan manusia sendiri tak mengenalnya. kurikulum pendidikan tak pernah mengajarkannya, para pemimpin agama juga hanya membariskan umatnya dalam syariat, tidak memasuki hakekat sehingga pengenalan manusia terhadap diri sejatinya sendiri sangat tidak bisa dijamin. ilmu pengetahuan hanya secara samar-samar menyebut unsur seperti jiwa, sukma, ruh, dan lain sebagainya. unsur-unsur itu merupakan "manifestasi Allah", semacam dzatullah atau "tiupan ruh" (-Nya sendiri) yang pasti dan mutlak bersifat abadi dan sejati. dalam perjalanan kebudayaan dan peradaban umat manusia, unsur-unsur sejati itu terbungkus dan tersembunyi dibalik lubuk kesadaran manusia sendiri. namun ada saat-saat dimana mereka mengaktualisasikan dirinyakenapa pada era tertentu masyarakat menunjukkan konversi dari sekularitas ke religiusitas, dari kekeringan rohani ke gejala-gejala keilahian melalui pengkajian, tema film, sastra atau tema budaya lainnya? itu adalah saat dimana sukma, jiwa dan ruh "memberontak" karena sudah lama tidak diberi "makan" oleh manusia penyandangnyamanusia bersembahyang, berpuasa, beribadah, berbuat baik, memperjuangkan keadilan, kesederajatan, menyelenggarakan cinta, dll itu semua merupakan "makanan" bagi dzatullah yang antara lain menempatkan diri dalam jiwa manusia sendiri. maka tak heran kalau pada banyak era sejarah manusia seringkali terdapat gejala rohaniah yang sebenarnya sama sekali bertentangan dengan rekayasa politik peradaban mereka sendirikepalsuan berumur pendek. kepalsuan selalu ingin memiliki materi, benda, barang selama-lamanya maka hanya berganti dari kepalsuan ke kepalsuan berikutnya. tapi karena keabadian itu abadi, ia akan senantiasa menanggapinya dan di ujung-ujungnya akan menunjukkan otoritas mutlak dan abadinyawanita-wanita memakai make-up, menjalankan operasi plastik, membesarkan payudara, menghaluskan kulit, memudakan tua, menipu masyarakat dengan segala jenis model pakaiannya. itu adalah kepalsuan sehari-hari disekitar kitaperilaku sosial politik, budaya, hukum atau keseharian merupakan tempat dimana manusia mementaskan kepalsuan-kepalsuan dan kesementaraan dan kesementaraan. dunia politik misalnya adalah jenis lain dari budaya kosmetika yang dipercanggih dengan ketinggian retorika, diplomasi dan "keharusan untuk munafik". dunia industri informasi adalah jenis kepalsuan yang lain , yang juga canggih karena "yang dituhankan" adalah hukum pasar,man makes new, gosip dan isu, manipulasi media koran, televisi, radio dllbetapa tragisnya kalau kita bersikap "polos" dalam melihat itu semua. tiap hari mata kita dididik untuk lebih banyak bergaul dengan kepalsuan.tiap saat telinga kita dibiasakan untuk lebih banyak mendengarkan kesementaraan. tiap saat kesadaran kita, indera kita, hati kita ditradisikan untuk lebih banyak berurusan dengan hal yang tidak sejatikita tidak terlatih untuk jernih dan hampir semua bangunan budaya kita adalah bagunan ketidakjernihan (apakah seorang bupati pasti orang nomer 1 sekabupaten? apakah seorang ketua selalu bisa dipercaya? apakah penyanyi terkenal selalu berbakat nyanyi?)maka kita cenderung jengkel, marah dan merasa terganggu oleh ungkapan-ungkapan kejernihanpantas setiap hari kita harus berkali-kali melakukan wudhu dan sholat untuk menjernihkan dan menyejatikan diri kembali, segala sesuatu yang diawali dengan cinta pasti tidak menemukan garis finish karena cinta itu abadi. jika tidak maka itu bukan cinta, melainkan nafsu yang telah meracuni jiwa kita melalui budaya-budaya yang telah dimanipluasicepat atau lambat kalian, kau, kamu, anda, sampeyan, njenegan semuanya pasti akan melupakan aku setelah menemukan kebahagiaan yang lebih dari sekarang yang kalian, kau, kamu, anda, sampeyan, njenegan semuanya rasakan saat ini. karena aku bukan sejati atau keabadian. aku hanyalah aku yang selalu menjadi sampah yang terbuang
Perawatan Kulit Sensitif: Panduan Lengkap untuk Kulit yang Lebih Sehat dan Cerah
Kulit sensitif merupakan kondisi kulit yang umum dan kompleks, sering kali ditandai dengan reaksi berlebihan terhadap faktor-faktor eksternal atau internal tertentu. Kondisi ini memerlukan pendekatan perawatan yang hati-hati dan selektif, seperti perawatan ketiak...
Mudahnya Order Makanan Tanpa Aplikasi Melalui Website
Memilih platform digital Ayomakan sebagai solusi untuk pesan makan online memberikan saya kebebasan lebih dalam menentukan pilihan kulineran tanpa repot menginstal aplikasi tambahan. Sungguh sebuah terobosan di mana kita bisa menemukan aneka hidangan favorit di ujung...
Ingin Tau Cara Menjadi Programer AI ? Pelajari Ilmu Ini
Dalam era teknologi yang terus berkembang, menjadi seorang programmer AI dapat membuka peluang karier yang menarik dan berdampak besar. Sebagai programmer AI, Anda akan mempelajari dan menguasai keterampilan yang memungkinkan Anda membangun sistem cerdas,...
PP WA Seram, Anak Kecil Menggambar Teman Hantunya
Gambar berikut ini bisa dijadikan pp wa seram kalian. Sebuah kisah gambar-gambar yang dibikin anak kecil yang bahkan tidak paham konsep hantu. Dia menganggap sosok figur itu adalah temannya, namun semua orang tidak bisa melihat atau mendengarnya. Dalam budaya barat,...
Traveloka PayLater Bikin Budget Liburan Jadi Ringan
Bismillah, Assalamualaikum, Hallo pembaca, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang liburan tahun 2020, betapa borosnya pengeluaran dalam 1 bulan karena ada budget liburan yang tak terduga. Hal yang seharusnya tak terjadi jika sudah mengenal Traveloka PayLater,...





