Apakah Postingan Berkualitas Rendah Mempengaruhi Seluruh Web ?

22 Februari 2022
Beranda » Blog » Apakah Postingan Berkualitas Rendah Mempengaruhi Seluruh Web ?

Mungkin kamu pernah bertanya-tanya kenapa post-post baru ikut memberikan dampak pada halaman lain ? 1 postingan berkualitas dan unik mungkin akan memberikan dampak positif pada trafik websitemu. Namun sebaliknya, apabila kualits posting barumu tersebut rendah maka bisa berdampak negatif terhadap halaman lain atau website secara keseluruhan.

Hal ini pernah dibahas oleh John Muller selaku Google Search Advocate di suatu sesi Q&A seputar SEO. Mungkin tidak secara gamblang menjelaskan bahwa ini berlaku secara umum namun mungkin bisa kita ambil benang merahnya.

Pertanyaan Pengaruh Web Multi Bahasa dalam SEO

Ada yang bertanya tentang bagaimana dia ingin menerjemahkan website nya ke dalam bahasa jerman, yang mana website tersebut aslinya berbahasa perancis. Apakah post yang tidak diterjemahkan dengan baik (seperti auto translate, penerjemah berbudget rendah) akan mempengaruhi halaman versi asli secara negatif ?

Jawaban John Mu

Dengan yakin dan pasti, John Mu menjawab dengan sangat singkat dan jelas. “IYA”, kemudian dia menambahkan yang intinya google melihat website secara keseluruhan, jika post yang diterjemahkan dengan kualitas rendah itu jumlahnya sedikit mungkin google mengabaikannya, tapi jika jumlahnya signifikan, google akan menilai bahwa web anda tidak terlalu menarik sebenarnya.

Ini berarti, bisa jadi awalnya google tertarik untuk memberikan rangking untuk website anda, namun seiring bertambahnya posting dengan terjemahan ala kadarnya, google jadi urung memberikan kesempatan tersebut.

Setelah itu John menambahkan lagi, yang intinya jika kamu mengubah kualitas dari website, entah itu lebih baik atau tanpa sengaja lebih buruk, google butuh waktu yang tidak sebentar/instan untuk mengerti apakah website tersebut kualitasnya lebih baik atau turun.

John pun menyarankan untuk lebih baik fokus untuk menerjemahkan artikel dengan pengunjung yang banyak dulu, atau yang dianggap penting, namun dengan terjemahan yang benar.

Pengalaman Optimasi SEO Website Multi Bahasa

Saya pernah punya website dengan pagerank 3, saat itu pagerank masih menjadi target para spesialis SEO, maka tak heran jika banyak praktik jual beli link, termasuk website saya yang suka saya jual halaman-halamannya untuk taruh link.

Nah website tersebut merupakan website yang multi bahasa, yang menggunakan joomla dengan ekstensi Joomfish (mungkin sekarang sudah tidak ada). Mengapa saya pakai joomfish ?, ini karena saat itu, hanya joomfish ekstensi yang bisa auto translate menggunakan google dan memasukkan URL hasil translate ke sitemap. Kala itu belum ada ekstensi yang bisa otomatis memasukkan halaman translate ke sitemap, kebanyakan hanya menerjemahkan halaman jika pengunjung klik ke icon bendera saja. Saat itu saya sudah mengerti pentingnya sitemap untuk SEO.

Karena algoritma google saat itu masih primitif, banyak sekali keyword yang nyangkut dengan berbagai bahasa. Beberapa bulan menggunakan joomfish, trafik saya meningkat, namun sebenarnya saya sadar bahwa itu tidak bermanfaat bagi pengunjung saya, karena tau sendiri kalau terjemahan google translate dulu lebih random dari yang sekarang.

2 tahun berselang, satu persatu keyword berguguran, terdepak dari hasil pencarian, namun saya masih belum menyadari bahwa biangnya sebenarnya adalah bahasa. Barulah saat John menjawab pertanyaan tersebut, saya baru paham, bahwa sesungguhnya saat itu yang tergerus adalah kualitas website saya secara keseluruhan karena semua halaman menggunakan google transalate yang berkualitas rendah.

Kesimpulan Bagaimana Postingan Berkualitas Rendah Berpengaruh Pada SEO

Gambaran diatas mungkin tidak menjadi jawaban langsung apakah kualitas posting mempengaruhi kualitas website secara keseluruhan, namun ada sedikit benang merah. Yang saya garis bawahi dari pernyataan John Mu adalah bukan dari hasil terjemahannya, melainkan “KUALITAS” postingan itu sendiri. Kalau di analogi saya begini, google ini sudah PDKT di website kita, kemudian ada satu posting yang tidak berkualitas, besoknya ada lagi, dan ada lagi, akhirnya dia ilfil, ilang feeling, dan ga jadi nembak.

Jadi, buatlah postingan, artikel yang bisa memberi manfaat, meski mungkin tidak bagi orang lain, setidaknya untuk diri kita sendiri. Inget gak trinity traveler yang populer justeru karena hobinya ngeblog, dan blognya dibaca banyak orang, padahal ia hanya mencatat pengalaman dia traveling. Dan saya yakin kala itu tidak banyak orang termasuk trinity tahu tentang SEO. Ya itu karena postingnya konsinsten dengan kualitas yang sama, meskipun banyak saat itu website-website travel yang sangat bagus, terutama travel agen.

Apa sih artikel berkualitas rendah itu ?

Untuk memudahkan kamu memahami atau membantu untuk bikin checklist, mungkin poin-poin berikut bisa kamu hindari ketika membuat artikel.

  1. Konten terjemahan dengan google translate atau sekedarnya saja.
  2. Artikel plagiat, atau copy paste dari website lain.
  3. Postingan yang mengandung multi topik, yang tidak disusun dengan baik sehingga terkesan menggabungkan begitu saja bermacam-macam bahasan.
  4. Minim kata, atau lebih dikenal dengan thin content.
  5. Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, disini maksudnya bukan penggunaan bahasa yang terlalu akademis, namun hindari kata-kata slank semisal, “membuat” jadi “bikin”, “yang” disingkat “yg”, dan lain sebagainya.
  6. Artikel panjang tanpa media gambar atau video

Semua yang saya jabarkan di atas merupakan pengalaman saya pribadi selama 10 tahun menggeluti dunia website dan SEO. Saya menyadari, bahwa mungkin ada pakar SEO di luar sana yang kurang sependapat, namun apa salahnya untuk sekedar berbagi berdasar pengalaman saya.

Disclaimer

Mungkin artikel di atas tidak memenuhi kriteria artikel yang justru saya bikin sendiri, namun memang sengaja saya buat demikian agar tidak mudah ditemukan pemerhati SEO yang lain. Itung-itung berlatih menulis dan hanya memberikan manfaat untuk klien saya atau untuk yang menemukannya. Bukankah mutiara dan emas tidak tampak dipermukaan dan tak mudah didapatkan ?. Semoga bermanfaat, wasalam.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.