Memahami Peran Seorang Praktisi SEO Dan Apa Itu SEO Dengan Analogi

22 Februari 2022
Beranda » Blog » Memahami Peran Seorang Praktisi SEO Dan Apa Itu SEO Dengan Analogi

Ini merupakan catatan saya untuk memahami Apa itu SEO, sebuah analogi singkat yang mungkin akan membuat kamu paham bagaimana peran google, website dan seorang spesialis SEO.

Analogi Dengan Pembagian Peran

Bayangkan yang kita bicarakan ini adalah industri Buku, para pelaku industrinya, saya rasa sementara ini cocok untuk menjadi analoginya.

Website (beserta domain dan hostingnya) adalah sebuah perusahaan penerbit buku.
Artikel atau konten-konten kita itu semacam judul buku-bukunya.
Google adalah toko buku yang sangat besar dan terkenal, (lebih dari yahoo dan bing).
Pengunjung website ibarat pengunjung toko buku.
SERP atau (search engine result pages) ibarat rak-rak buku, rak yang paling depan adalah TOP 10 hasil pencarian (best seller di industri buku), disusul rak buku kedua adalah halaman kedua hasil pencarian, dan seterusnya.
Algoritma google adalah staff khusus yang menyeleksi buku.
RankBrain Google adalah manager operasional toko buku tersebut.
Praktisi SEO adalah orang-orang yang dengan pengalamannya mampu menebak buku-buku seperti apa yang bakal lolos seleksi staff khusus.

Hubungan antara Website dengan Google

Penerbit ingin bukunya dibaca orang, namun dibaca saja tidak cukup untuk perkembangan bisnis, harus laku dan laris. Untuk itu perlu adanya judul buku (artikel) yang menarik dan memberikan informasi mendalam terhadap suatu hal. Selain itu, perlu didistribusikan di sebuah toko buku besar dengan jangkauan lebih luas, dalam analogi ini toko tersebut adalah google.

Namun, tentu google tidak serta merta memasukkan buku-buku tersebut berjajar di rak mereka, perlu adanya SELEKSI. Karena tanpa kamu sadari ada jutaan penerbit yang menginginkan bukunya juga dipajang di google.

Memahami Apa Itu Algoritma Google Melalui Analogi

Jika perlu seleksi, maka google perlu rumusan baku, semacam kriteria dan syarat. Rumusan ini telah dibuat google sejak pertama berdiri, dan dari waktu ke waktu semakin banyak dan makin ketat (selektif). Hal ini tak lain karena makin banyaknya penerbit atau judul buku yang bersaing. Bayangkan jika tanpa rumusan tersebut, setiap buku akan masuk ke toko buku hingga membuat toko penuh dengan buku, jangankan pengunjung, nyamuk aja tidak bisa lewat. Bahkan lebih parahnya bisa membuat gedungnya roboh.

Karena ada jutaan penerbit yang ingin hal yang sama, maka staff khusus merahasiakan rumusan tersebut agar adil buat semuanya. Rumusan inilah yang saya anggap sebagai analogi yang pas untuk algoritma Google.

Posisi Seorang Praktisi SEO dalam Hubungan Antar Website dan Google

Disinilah peran saya sebagai praktisi SEO, yaitu menebak berdasarkan pengalaman selama bertahun-tahun, apa sih yang staff khusus ini rumuskan. Dalam menebak, seorang praktisi SEO tidak asal-asalan namun berdasarkan eksperimen dan pembuktian berkali-kali selama bertahun-tahun. Saya bukan pakar SEO, karena sesungguhnya tidak ada pakar SEO, bahkan dalam komunitas SEO dunia yang saya ikuti, tidak ada satupun yang klaim dirinya adalah pakar, padahal proyek SEO yang dikerjakan bernilai ribuan dolar dengan ratusan ribu visitor perbulan.

Penerbit merekrut seorang praktisi SEO untuk membuat semua buku-buku terbitannya diterima oleh staff khusus tersebut. Praktisi SEO akan mengaplikasikan temuannya pada tiap-tiap buku yang diterbitkan agar lolos staff khusus google tersebut.

Memahami RankBrain Melalui Analogi

Jika sebuah buku diterima oleh staff khusus, maka akan diteruskan ke manager operasional (RankBrain), manager operasional beserta para petugasnya inilah yang akan menaruh buku tersebut ke rak-rak (SERP). Manager operasional ini juga yang akan menentukan pada rak (SERP) ke berapa buku tersebut akan diletakkan.

Penentuan rangking tersebut berdasarkan catatan dan pengamatan di lapangan, dari perilaku pengunjung, buku-buku seperti apa yang disukai jika seorang pengunjung mencari buku dengan tema-tema tertentu. Bahkan sekali-sekali dia melakukan eksperimen sendiri dengan mengotak-atik posisi buku-buku, buku yang kurang dapat atensi akan dioper ke rak belakang (SERP halaman belakang).

Keberadaan Manager Operasional (RankBrain) baru dikenal setidaknya sejak 2017. RankBrain ini literally sebuah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) yang mampu merangking website, sehingga sulit bahkan mustahil untuk ditebak.

Apakah peran staff khusus hilang, tentu tidak, menariknya, data dari manager operasional akan dikumpulkan, data yang terbukti memberi kepuasan pada pengunjung akan di aplikasikan pada rumusan algoritma berikutnya, dan menjadi tambahan baru algoritma.

Kesimpulan Apa Itu SEO Dalam Analogi Saya

Berdasarkan analogi tugasnya di atas, mungkin bisa mengambil kesimpulan bahwa SEO itu adalah usaha-usaha untuk membuat sebuah buku dari penerbit agar berhasil masuk ke rak toko buku.

Jadi apa itu SEO ? Usaha-usaha untuk membuat sebuah halaman website (artikel) masuk ke halaman hasil pencarian mesin pencari seperti gogole.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.