Kanker Otak Disebabkan Oleh Pemakaian Smartphone ? Ini Jawabannya

30 Januari 2022
Beranda » Blog » Kanker Otak Disebabkan Oleh Pemakaian Smartphone ? Ini Jawabannya

Sebuah studi mematahkan rumor yang selama ini berkembang luas tentang tingginya risiko terkena kanker otak akibat sinyal ponsel. Studi yang dilakukan para ilmuwan University of Manchester menemukan bahwa frekuensi radio yang dikeluarkan telepon genggam atau ponsel tidak meningkatkan risiko kanker secara signifikan.

Para peneliti menggunakan data publik yang tersedia di kantor statistik nasional Inggris untuk melihat tren tingginya penderita kanker otak yang didiagnosa di Inggris dalam kurun waktu 1998 hingga 2007.


Studi yang sempat diterbitkan dalam jurnal Biolectromagnetics mengatakan bahwa tidak ada statistik yang menunjukkan peningkatan penyakit kanker yang signifikan baik pada pria maupun wanita dalam jangka waktu sembilan tahun itu.

“Pengguna ponsel di Inggris dan sejumlah negara lain meningkat tajam sejak era 1990-an di mana ponsel pertama kali diperkenalkan,” kata kepala peneliti Dr. Frank de Vocht, yang juga berperan sebagai pakar kesehatan kerja dan lingkungan di University of Manchester.

“Namun, muncul kontroversi yang mengatakan frekuensi radio dari ponsel meningkatkan risiko kanker otak. Temuan kami menunjukkan bahwa hubungan sebab-akibat antara ponsel dan kanker tidak mungkin, karena tidak ada bukti peningkatan penderita kanker otak yang signifikan sejak ponsel diperkenalkan hingga sekarang,” katanya.

Dr. de Vocht mengatakan bahwa tidak ada mekanisme biologis yang masuk akal untuk menjelaskan gelombang radio dapat merusak gen kita secara langsung, sehingga menyebabkan sel-sel menjadi kanker. Seharusnya, jika rumor tersebut benar, maka akan ada pertumbuhan penyakit kanker otak secara signifikan sepanjang tahun 1998-2007 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tim yang juga beranggotakan peneliti dari Institute of Occupational Medicine dari Edinburgh (Skotlandia) dan Universitas Drexel dari Philadelphia (AS) menemukan bahwa terjadi peningkatan kecil penyakit kanker pada lobus temporal 0,6 kasus per 100 ribu orang, atau bertambah 31 kasus per tahun pada populasi 52 juta. (kd)

Berita di atas merupakan klarifikasi para ahli tentang informasi simpang siur yang kebenarannya diragukan namun terlanjur mempengaruhi banyak orang. Info viral yang ternyata hoaks membuktikan bahwa Indonesia memang masih dalam darurat membaca, jika ada informasi yang bombastis sedikit pasti berlomba untuk membaginya ke sana ke mari, ke grup WA keluarga ke Facebook atau medsos lain tanpa ditelusuri dulu bagaimana sebenarnya. Tak hanya info menakutkan seputar penyakit, berita tentang kemujaraban ajaib sebuah obat saja, banyak yang dipercaya, padahal ujungnya hoaks. Oleh karena itu saya menulis sebuah tulisan tentang testimoni mosehat yang merupakan kesaksian sesungguhnya para pengguna jamu, dan Insha Allah bukan hoaks.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.