Tips Menyewa Asisten Virtual 7 Poin Penting

2 Februari 2021
tips asisten virtual
Berbicara tentang asisten virtual, keberadaannya sangat bermanfaat untuk memudahkan kita. Kali ini kita bahas tips menyewa seseorang untuk membantu kita. Artificial Intelligence (AI) saja seperti tanya veronika asisten virtual google asisten atau siri sudah sangat membantu apalagi sumber daya manusia beneran. Seorang asisten virtual dapat melakukan keajaiban untuk bisnis kecil Anda. Mempekerjakan asisten virtual akan memberi Anda kemampuan untuk mengerjakan lebih banyak proyek, mengembangkan lebih lanjut produk dan layanan Anda, dan memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga atau usaha baru.

Cara Menyewa Asisten Virtual yang Tepat

Namun, seperti halnya apel yang baik dan yang buruk, ada asisten virtual yang baik dan tidak terlalu baik. Untuk memastikan bahwa orang yang akan Anda pekerjakan cocok untuk bisnis kecil dan kebutuhan Anda, Anda harus mempertimbangkan tip berikut:

1: Kerjakan Detail Pekerjaan

Sebelum mencari dan menyewa asisten pribadi virtual, Anda harus tahu tugas apa yang akan Anda delegasikan kepada orang tersebut. Anda harus menentukan • Berapa jam Anda membutuhkan asisten Anda untuk bekerja dalam seminggu • Jenis tugas apa yang akan dia kerjakan • Keterampilan apa yang dia butuhkan untuk memenuhi syarat untuk pekerjaan itu • Peralatan apa (misalnya, komputer, telepon, Skype, dan koneksi internet DSL) yang harus mereka miliki untuk menyelesaikan tugas secara efisien • Nilai kerja apa yang Anda harapkan dari mereka

2: Pertimbangkan Lokasi dan Anggaran

Hal terbaik tentang menyewa asisten virtual adalah perbedaan lokasi dan zona waktu biasanya tidak menjadi masalah. Namun, untuk mendapatkan hasil maksimal dari hubungan kerja Anda, Anda harus menjamin bahwa Anda dan asisten Anda masih dapat bertemu secara online dan mendiskusikan tugas setiap hari. Sangat penting juga bahwa Anda memiliki anggaran dalam pikiran agar tidak membuang waktu untuk berhubungan dengan kandidat dengan harga yang saat ini Anda tidak mampu.

3: Posting Lowongan Kerja Anda di Tempat Terbaik

Menemukan dan menyewa asisten virtual bisa jadi sulit, terutama jika Anda baru pertama kali melakukannya. Untungnya, sekarang ada situs dan komunitas yang dikhususkan untuk industri outsourcing. Ini akan membantu Anda dengan baik untuk memposting lowongan pekerjaan Anda di situs web atau blog Anda dan platform outsourcing ini. Saya pribadi merekomendasikan oDesk, tetapi Anda juga dapat melihat situs terkemuka lainnya seperti Elance dan Guru.

4: Menyiangi Aplikasi

Balas hanya untuk pelamar yang menurut Anda benar-benar cocok dengan lowongan pekerjaan Anda. Kandidat ini tidak hanya harus menguasai bahasa Anda, tetapi juga harus benar-benar mengikuti instruksi yang Anda berikan. Evaluasi surat lamaran mereka, ukur pengalaman mereka, dan periksa sampel yang mereka berikan sebelum membuat daftar pendek.

5: Lakukan Wawancara

Untuk lebih mengenal calon kandidat Anda, melakukan wawancara akan bermanfaat. Jika memungkinkan, gunakan Skype karena memungkinkan pengguna untuk mengobrol, menelepon, dan mengirim file. Selama proses wawancara, pastikan untuk menanyakan tentang segala hal yang dapat mempengaruhi hubungan kerja Anda. Itu termasuk lingkungan kerja kandidat, ketersediaan, pengalaman, keterampilan yang diperoleh, tarif yang diinginkan, dan sejenisnya. Buat daftar pertanyaan sebelum janji temu Anda, dan lakukan pertanyaan tindak lanjut berdasarkan tanggapan kandidat.

6: Diskusikan Proses Kerja dan Pembayaran

Keberhasilan hubungan pemilik bisnis kecil dan asisten virtual sangat bergantung pada komunikasi dan pembayaran. Itulah mengapa Anda ingin memastikan bahwa kedua hal tersebut diurus sebelum tugas pertama diberikan. Biasanya, bisnis membuat dan mendistribusikan daftar tugas baik harian atau mingguan. Rapat dapat diatur pada hari dan waktu yang disepakati, dan laporan serta kiriman dapat dikirim melalui email pribadi, ClickUp, Google Drive, atau Dropbox.Adapun pembayarannya, Anda dan kandidat yang Anda pilih harus memutuskan apakah akan berdasarkan per jam atau harga tetap. Jika itu per jam, menggunakan pelacak waktu akan diperlukan. Untuk kontrak harga tetap, ekspektasi harga dan beban kerja yang setara harus dibahas. Bagaimana pembayaran akan dikirim (misalnya melalui cek, surat, PayPal, dll.) Juga harus ditangani.

7: Mulailah dengan Proyek Kecil

Tidak peduli seberapa hebat seorang asisten virtual selama wawancara, akan lebih baik untuk menyerahkan proyek Anda satu per satu. Setelah menyewa asisten virtual, mulailah dengan proyek kecil, lalu tambahkan lebih banyak beban kerja berdasarkan kinerjanya. Seiring berjalannya waktu, Anda dapat mengubah asisten Anda menjadi bagian penting dari bisnis Anda dan memberikan insentif untuk pekerjaan yang diselesaikan dengan baik. Jika tidak, Anda dapat memecat asisten dan mencari orang yang lebih cocok untuk pekerjaan itu.Mempekerjakan asisten virtual dapat membantu Anda sukses lebih cepat, tetapi jika Anda tidak melakukannya dengan hati-hati, Anda mungkin hanya akan membuang-buang waktu dan uang. Pastikan Anda hanya mempekerjakan asisten virtual terbaik dengan menerapkan 7 tip menyewa asisten virtual yang saya bagikan kepada Anda hari ini.

Berbicara tentang asisten virtual, keberadaannya sangat bermanfaat untuk memudahkan kita. Kali ini kita bahas tips menyewa seseorang untuk membantu kita. Artificial Intelligence (AI) saja seperti tanya veronika asisten virtual google asisten atau siri sudah sangat membantu apalagi sumber daya manusia beneran. Seorang asisten virtual dapat melakukan keajaiban untuk bisnis kecil Anda. Mempekerjakan asisten virtual akan memberi Anda kemampuan untuk mengerjakan lebih banyak proyek, mengembangkan lebih lanjut produk dan layanan Anda, dan memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga atau usaha baru.

Cara Menyewa Asisten Virtual yang Tepat

Namun, seperti halnya apel yang baik dan yang buruk, ada asisten virtual yang baik dan tidak terlalu baik. Untuk memastikan bahwa orang yang akan Anda pekerjakan cocok untuk bisnis kecil dan kebutuhan Anda, Anda harus mempertimbangkan tip berikut:

1: Kerjakan Detail Pekerjaan

Sebelum mencari dan menyewa asisten pribadi virtual, Anda harus tahu tugas apa yang akan Anda delegasikan kepada orang tersebut. Anda harus menentukan
• Berapa jam Anda membutuhkan asisten Anda untuk bekerja dalam seminggu
• Jenis tugas apa yang akan dia kerjakan
• Keterampilan apa yang dia butuhkan untuk memenuhi syarat untuk pekerjaan itu
• Peralatan apa (misalnya, komputer, telepon, Skype, dan koneksi internet DSL) yang harus mereka miliki untuk menyelesaikan tugas secara efisien
• Nilai kerja apa yang Anda harapkan dari mereka

2: Pertimbangkan Lokasi dan Anggaran

Hal terbaik tentang menyewa asisten virtual adalah perbedaan lokasi dan zona waktu biasanya tidak menjadi masalah. Namun, untuk mendapatkan hasil maksimal dari hubungan kerja Anda, Anda harus menjamin bahwa Anda dan asisten Anda masih dapat bertemu secara online dan mendiskusikan tugas setiap hari. Sangat penting juga bahwa Anda memiliki anggaran dalam pikiran agar tidak membuang waktu untuk berhubungan dengan kandidat dengan harga yang saat ini Anda tidak mampu.

3: Posting Lowongan Kerja Anda di Tempat Terbaik

Menemukan dan menyewa asisten virtual bisa jadi sulit, terutama jika Anda baru pertama kali melakukannya. Untungnya, sekarang ada situs dan komunitas yang dikhususkan untuk industri outsourcing. Ini akan membantu Anda dengan baik untuk memposting lowongan pekerjaan Anda di situs web atau blog Anda dan platform outsourcing ini. Saya pribadi merekomendasikan oDesk, tetapi Anda juga dapat melihat situs terkemuka lainnya seperti Elance dan Guru.

4: Menyiangi Aplikasi

Balas hanya untuk pelamar yang menurut Anda benar-benar cocok dengan lowongan pekerjaan Anda. Kandidat ini tidak hanya harus menguasai bahasa Anda, tetapi juga harus benar-benar mengikuti instruksi yang Anda berikan. Evaluasi surat lamaran mereka, ukur pengalaman mereka, dan periksa sampel yang mereka berikan sebelum membuat daftar pendek.

5: Lakukan Wawancara

Untuk lebih mengenal calon kandidat Anda, melakukan wawancara akan bermanfaat. Jika memungkinkan, gunakan Skype karena memungkinkan pengguna untuk mengobrol, menelepon, dan mengirim file. Selama proses wawancara, pastikan untuk menanyakan tentang segala hal yang dapat mempengaruhi hubungan kerja Anda. Itu termasuk lingkungan kerja kandidat, ketersediaan, pengalaman, keterampilan yang diperoleh, tarif yang diinginkan, dan sejenisnya. Buat daftar pertanyaan sebelum janji temu Anda, dan lakukan pertanyaan tindak lanjut berdasarkan tanggapan kandidat.

6: Diskusikan Proses Kerja dan Pembayaran

Keberhasilan hubungan pemilik bisnis kecil dan asisten virtual sangat bergantung pada komunikasi dan pembayaran. Itulah mengapa Anda ingin memastikan bahwa kedua hal tersebut diurus sebelum tugas pertama diberikan. Biasanya, bisnis membuat dan mendistribusikan daftar tugas baik harian atau mingguan. Rapat dapat diatur pada hari dan waktu yang disepakati, dan laporan serta kiriman dapat dikirim melalui email pribadi, ClickUp, Google Drive, atau Dropbox.

Adapun pembayarannya, Anda dan kandidat yang Anda pilih harus memutuskan apakah akan berdasarkan per jam atau harga tetap. Jika itu per jam, menggunakan pelacak waktu akan diperlukan. Untuk kontrak harga tetap, ekspektasi harga dan beban kerja yang setara harus dibahas. Bagaimana pembayaran akan dikirim (misalnya melalui cek, surat, PayPal, dll.) Juga harus ditangani.

7: Mulailah dengan Proyek Kecil

Tidak peduli seberapa hebat seorang asisten virtual selama wawancara, akan lebih baik untuk menyerahkan proyek Anda satu per satu. Setelah menyewa asisten virtual, mulailah dengan proyek kecil, lalu tambahkan lebih banyak beban kerja berdasarkan kinerjanya. Seiring berjalannya waktu, Anda dapat mengubah asisten Anda menjadi bagian penting dari bisnis Anda dan memberikan insentif untuk pekerjaan yang diselesaikan dengan baik. Jika tidak, Anda dapat memecat asisten dan mencari orang yang lebih cocok untuk pekerjaan itu.

Mempekerjakan asisten virtual dapat membantu Anda sukses lebih cepat, tetapi jika Anda tidak melakukannya dengan hati-hati, Anda mungkin hanya akan membuang-buang waktu dan uang. Pastikan Anda hanya mempekerjakan asisten virtual terbaik dengan menerapkan 7 tip menyewa asisten virtual yang saya bagikan kepada Anda hari ini.

Artikel Terkait
NgeKost D’Paragon dan Djurkam Tawarkan Kos Kekinian Untuk Gen-Z

NgeKost D’Paragon dan Djurkam Tawarkan Kos Kekinian Untuk Gen-Z

Gen Z menolak kompromi saat memilih tempat tinggal. Mereka butuh ruang yang praktis sekaligus estetik, terhubung dengan Wi-Fi super cepat, dan cukup nyaman untuk maraton meeting daring tanpa gangguan. Di kota­­-kota besar, tren hunian millennial ini melahirkan satu...

Inilah Susu Kambing Etawa Terbaik, Merk beserta Keunggulannya

Inilah Susu Kambing Etawa Terbaik, Merk beserta Keunggulannya

Tahukah Anda bahwa susu kambing, khususnya susu kambing etawa, semakin populer di kalangan masyarakat modern? Tren ini bukan tanpa alasan. Di tengah meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, susu kambing etawa hadir sebagai alternatif yang lebih lembut bagi tubuh...

Cara Menemukan Rumah dengan Harga Terjangkau di Shila at Sawangan

Cara Menemukan Rumah dengan Harga Terjangkau di Shila at Sawangan

Di tengah fluktuasi harga properti yang sering kali membingungkan bagi calon pembeli rumah, menemukan properti yang terjangkau di lokasi yang strategis menjadi tantangan tersendiri. Kebutuhan akan rumah yang nyaman dan ekonomis meningkat seiring dengan berkembangnya...

Hak atas Tanah: Dari Pendaftaran sampai Sengketa

Hak atas Tanah: Dari Pendaftaran sampai Sengketa

Selamat datang dalam artikel kami yang akan membahas tentang hak atas tanah. Kepemilikan tanah merupakan permasalahan yang sering terjadi di masyarakat. Penting bagi kita untuk memahami proses pendaftaran hak atas tanah dan peraturan perundang-undangan yang...

Mengelola Risiko Litigasi Tanah dalam Proyek Pembangunan

Mengelola Risiko Litigasi Tanah dalam Proyek Pembangunan

Litigasi tanah merupakan sebuah risiko yang sering dihadapi dalam proyek pembangunan. Risiko ini meliputi sengketa properti, proses hukum tanah, penyelesaian konflik tanah, penelitian hukum tanah, penanganan sengketa tanah, pembelaan hukum properti, dan penyelesaian...

Strategi Meningkatkan Kepastian Hukum dalam Portofolio Properti Anda

Strategi Meningkatkan Kepastian Hukum dalam Portofolio Properti Anda

Investasi properti di Indonesia merupakan salah satu opsi yang menguntungkan dan stabil. Permintaan akan tempat tinggal terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Properti juga cenderung mengalami apresiasi nilai seiring waktu. Namun, dalam membangun...