Kompetisi SEO bagi saya adalah hal baru. Bagaimana tidak, selama 8 tahun berkecimpung dalam dunia trafik dan analitik, tak pernah sekalipun tertarik untuk adu ilmu dengan pemain SEO yang lain. Bisa dibilang ilmu SEO saya sendiri masih dangkal, sehingga merasa belum mampu untuk ambil bagian dalam sebuah kompetisi search engine optimisasi. Selain itu, saya pernah membaca salah satu jurnal di searchenginejournal.com bahwa kontes seo itu berbahaya. Membahayakan dalam arti berdampak negatif baik bagi website advertiser/penyelenggara ataupun bagi peserta.

Latar belakang akhirnya ikut kontes SEO

Pada 2020 saya mencoba hal yang belum pernah sy lakukan selama ini, yaitu mencoba melihat sejauh mana para master SEO Indonesia berkiprah. Bermula dari situs tanya jawab quora.com, saya cari tahu pertanyaan dan jawaban seputar SEO oleh para praktisi SEO. Saat itu mungkin sy mulai menyadari bahwa google dan SEO sudah lebih kompleks jika menyangkut internasional targeting dalam bahasa Inggris, dibandingkan dengan lokal Indonesia saja. Tidak usah jauh-jauh, mencari kebenarannya, lewat wordpress saja sudah berbeda jika memakai yoast sebagai asisten SEO. Dalam bahasa inggris, yoast memasukkan uji kterbacaan berupa silabel, yaitu bunyi kata, makin banyak silabel, makin susah dibaca. Sedangkan jika pakai bahasa Indonesia, tidak ada hal tersebut, yang ada malah penggunaan kalimat pasif.

Apa yang saya temukan di quora

Dalam beberapa hari saya pelajari tentang pendapat-pendapat para SEO banyak yang mohon maaf jawabannya sedikit usang, bahkan beberapa pendapat cenderung mempraktikkan SEO topi hitam. Dari situ saya kepikiran, masa iya sih rata-rata praktisi SEO Indonesia masih pakai topi hitam. Kemudian saya mencoba meneliti lebih jauh, dengan kata kunci “kontes SEO”, eh ternyata saya malah menemukan website tempat beradu keahlian SEO.

Pengalaman pertama kata kunci SEVA tempat mobil online

Menurut saran para master SEO Indonesia, website Sosiago cukup sering mengadakan SEO kontes. Akhirnya saya pun mendaftar sebagai influencer, dan ikut dalam pertarungan SEO. Berbekal pengalaman yang sedikit sekali dan modal bismillah saya pun mulai riset seva tempat mobil online dan membuat artikel tentangnya. Padahal saya sama sekali tidak tahu bagaimana sistem kontes SEO itu, bahkan saya awam masalah mobil. Jangankan mengulas mobil bekas atau mobil baru, kepikiran beli mobil saja enggak. Kali ini saya dipaksa untuk memahami keduanya sekaligus dalam waktu 1.5 bulan saja. Alhamdulillah artikel tentang review seva.id saya selesaikan dalam 2 hari.

Perkembangan peringkat keyword seva mobil online

Saya mulai bereksperimend dengan berbagai teknik dasar SEO, dan mencoba untuk membuat beberapa artikel ringan dengan keyword seva tempat mobil online di beberapa website. Hasilnya, seperti yang sy duga, bahwa kemampuan SEO saya masih dangkal mungkin dibawah para peserta yang mungkin lebih punya pengalaman dikontes SEO.

Sudah sebulan berlalu, website saya hanya 1 yang masuk, itupun 20 besar, dan itupun web yang punya ulasan ringan. Bukan website yang saya jagokan untuk bersaing.

Sudah H-8 dari pengumuman pemenang, website saya tidak tampak, dan benarlah bahwa mungkin arah belajar SEO saya perlu diperbaiki. Perlu banyak berlatih dan eksperimen lagi. Saya berserah pada Tuhan Yang Maha Ahli SEO, Dia Maha Tahu, jangankan SEO, google kapan roboh saja udah tau. Ya Allah Ya Kareem 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here